Akhirnya, RI & Australia Jadi Partner Rantai Pasok Kendaraan Listrik

SHARE  

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Industri dan Ilmu Pengetahuan Australia Hon. Ed Husic, di Melbourne, Senin sore (4/03). Foto: Kemenko Perekonomian

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Indonesia dan Australia semakin memperkuat kerja sama mengenai rantai pasok kendaraan listrik. Penguatan kerja sama itu dilakukan dalam kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Australia pada Senin (5/3/2024).

Dalam kunjungannya, Airlangga bertemu dengan Menteri Industri dan Ilmu Pengetahuan Australia Hon. Ed Husic. Airlangga menyampaikan bahwa sebagai negara dengan Cadangan mineral kritis yang melimpah, Indonesia dan Australia dapat berkolaborasi untuk memperkuat perannya dalam rantai pasok global kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan lainnya.

Senada, Menteri Husic juga mengatakan Australia juga memiliki semangat yang sama dengan Indonesia. “Indonesia dan Australia memiliki semangat yang sama untuk menumbuhkan rantai pasok energi bersih yang kuat dan beragam, sekaligus membangun industri manufaktur baterai dan pengolahan mineral penting,” kata Husic dikutip dari siaran pers, Selasa (5/3/2024).

Pertemuan antara Airlangga dengan Husic ini merupakan lanjutan dari kerja sama yang telah diteken antara kedua negara beberapa waktu lalu. Sebelumnya RI dan Australia telah sepakat untuk memajukan kerja sama yang saling menguntungkan dalam bidang manufaktur baterai, pemrosesan mineral penting dari ekosistem kendaraan listrik lewat Nota Kesepahaman Kerja Sama Kendaraan Listrik yang diteken saat Husic mengunjungi Jakarta pada November 2023.

Dalam kunjungan kemarin, Airlangga dan Husic membicarakan banyak hal mengenai hubungan dan kerja sama antara dua negara. Airlangga misalnya menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia dalam berbagai forum internasional.

Baca: Mobil Terbang Siap Mengudara, 2.850 Orang Sudah Pesan Segini Harganya

Di antaranya mengenai keanggotaan Indonesia pada Financial Action Task Force (FATF), kemajuan signifikan proses aksesi Indonesia pada Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), serta perundingan Indo Pacific Economic Forum (IPEF). Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah mengkaji potensi keanggotaan pada Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).

Selain itu, dalam pertemuan bilateral di Park Hyatt Hotel Melbourne itu Airlangga menyampaikan akan mendukung realisasi investasi perusahaan Australia yang rencananya akan memanfaatkan lapangan migas yang sudah depleted (kering) di Aceh sebagai fasilitas menangkap dan menyimpan emisi Co2.

Keduanya juga membahas perkembangan berbagai proyek kerja sama yang menjadi prioritas. Pada sektor pendidikan misalnya, Australia kembali berkomitmen untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Baca: Jokowi Tiba-Tiba Ratas Soal BBM, Sri Mulyani Ungkap Ini yang Dibahas

Setelah sukses dengan pendirian Monash University di Tangerang pada 2022, terdapat beberapa institusi pendidikan Australia yang saat ini dalam proses pendirian kampus di Indonesia, seperti Western Sydney University di Surabaya, Deakin University di Bandung, dan Central Queensland University di Balikpapan (program studi Nursing), penawaran program penelitian bersama serta kerja sama di bidang digital terkait dengan Artificial Intelligence (AI).

“Indonesia menyambut baik berbagai tawaran kerja sama dari Australia. Indonesia sangat terbuka untuk kerja sama pengembangan Vocational Education and Training melalui pendirian pusat pelatihan vokasi dengan standar yang dimiliki Australia, untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja dan mendorong penciptaan lapangan https://mesintik.com/kerja,” kata Airlangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*