Rekaman Rahasia Militer Jerman Bocor, Jadi ‘Senjata’ Putin di Ukraina

SHARE  

Russian President Vladimir Putin meets with service members, who were wounded in the course of a conflict in Ukraine, as he visits the A.A. Vishnevsky Central Military Clinical Hospital of Russia's Ministry of Defence on the outskirts of Moscow, Russia, January 1, 2024. Sputnik/Kristina Kormilitsyna/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. Foto: via REUTERS/SPUTNIK

Jakarta, CNBC Indonesia РJerman menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin mencoba menabur perpecahan dengan bocornya rekaman percakapan rahasia tentara Jerman mengenai perang Ukraina, pada saat Berlin berada di bawah tekanan untuk memasok rudal Taurus ke Kyiv.

Rekaman pembicaraan berdurasi 38 menit itu diunggah online pada Jumat malam di media sosial Rusia, dengan para peserta mendiskusikan kemungkinan penggunaan rudal Taurus buatan Jerman dan potensi dampaknya.

Diskusi tersebut juga mencakup penggunaan rudal jarak jauh yang diberikan ke Kyiv oleh Perancis dan Inggris.

Baca: Tandanya Makin Jelas, Rusia Incar Negara Ini Setelah Ukraina

“Ini tentang menggunakan rekaman ini untuk mengacaukan dan meresahkan kita,” kata Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, sebagaimana dikutip AFP, Senin (4/3/2024), seraya menambahkan bahwa dia “berharap Putin tidak akan berhasil.”

“Ini adalah bagian dari perang informasi yang dilakukan Putin,” tambahnya.

Pistorius mengatakan dia tidak mengetahui adanya kebocoran lebih lanjut di pihak militer.

Dia menambahkan bahwa dia akan menunggu hasil penyelidikan militer atas kasus tersebut untuk memutuskan konsekuensi apa yang akan diambil.

Kyiv telah lama meminta Jerman untuk menyediakan rudal Taurus, yang dapat mencapai target hingga 500 kilometer jauhnya.

Kanselir Olaf Scholz sejauh ini menolak mengirimkan rudal tersebut, karena khawatir hal itu akan menyebabkan peningkatan konflik dengan Rusia yang memiliki senjata nuklir. Pemberian rudal Taurus Jerman akan memberikan dorongan besar bagi Ukraina ketika Kyiv berjuang untuk menangkis serangan Rusia.

Adapun Perancis dan Inggris telah memasok rudal SCALP atau Storm Shadow ke Kyiv, yang keduanya memiliki jangkauan sekitar 250 kilometer.

Baca: Israel Boikot Perundingan dengan Hamas di Mesir, Ini Alasannya

Namun Scholz mengatakan bahwa Jerman tidak dapat membenarkan tindakan Inggris dan Perancis yang sama dalam mengirimkan rudal jarak jauh ke Ukraina dan mendukung penempatan sistem senjata tersebut.

“Ini adalah senjata jarak jauh, dan apa yang dilakukan Inggris dan Prancis dalam hal penargetan dan dukungan penargetan tidak dapat dilakukan di Jerman,” kata Scholz, tanpa menjelaskan secara spesifik apa maksudnya.

Inggris membantah terlibat langsung dalam pengoperasian rudal tersebut.

“Penggunaan Storm Shadow oleh Ukraina dan proses pentargetannya adalah urusan Angkatan Bersenjata Ukraina,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan (MoD) dalam sebuah pernyataan https://mesintik.com/kepada¬†AFP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*