Jokowi Blak-Blakan, Nyari Pasokan Beras Sulit

SHARE  

Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan TNI-POLRI pada Rabu, (28/2/2024). (Tangkapan Layar Youtube Kemnhan RI) Foto: Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan TNI-POLRI pada Rabu, (28/2/2024). (Tangkapan Layar Youtube Kemnhan RI)

Jakarta, CNBC Indonesa –¬†Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan¬†mengungkapkan kondisi global yang dipenuhi oleh konflik geopolitik ikut mempengaruhi pasokan dan harga bahan pangan, termasuk beras.

Hal ini dikemukakan Jokowi dalam Rapat Pimpinan TNI/Polri di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024).

Jokowi mengemukakan tantangan global saat ini bisa berdampak signifikan pada situasi ekonomi dan sosial di Tanah Air. Kondisi ini disebabkan oleh geopolitik dunia dan lanskap politik dunia yang sulit dikalukasi dan diperhitungkan.

“Tahun ini, konflik di Ukraina belum selesai, Gaza, ada tambahan Yaman sehingga menyebabkan inflasi pangan melanda dunia,” ungkap Jokowi.

“Kita tahu kalau dulu banyak menawarkan ke kita beras, semua menawarkan. Sekarang ini cari beras tidak gampang,” lanjut Jokowi.

Baca: Harga Beras Pecah Rekor Tembus Rp16.400, Bos Bapanas Ramal Kapan Turun

Hal ini disebabkan oleh semua negara yang mengerem ekspor pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Akibatnya, harga gandum dan beras merangkak naik. Perubahan iklim dan gangguan rantai pasok pun memperparah harganya.

Sebagai catatan, Panel Harga Badan Pangan menunjukkan, harga beras kemarin, Selasa (27/2/2024), tercatat naik Rp50 ke Rp16.420 per kg untuk jenis premium dan naik Rp30 ke Rp14.330 per kg jenis medium.

Sepekan lalu, 20 Februari 2024, harga beras premium tercatat di Rp16.160 per kg dan jenis medium diRp14.120 per kg. Harga tersebut adalah rata-rata harian nasional di tingkat pedagang eceran.

Baca: Mentan Amran Buka-Bukaan Soal Kondisi Produksi Beras RI

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengaku kelimpungan dalam mencari beras impor 1,5 juta ton untuk kuota tambahan di tahun 2023 lalu. Dia meminta agar jangan dulu membahas tambahan kuota impor 1,6 juta ton di tahun ini, sementara kuota 1,5 juta ton itu saja baru akan masuk di tahun 2024.

“Kita tuh mesti selesaikan pekerjaan kita dulu, jangan jauh-jauh (ke 1,6 juta ton), yang 1,5 juta ton (tahun 2023) itu selesaikan dulu,” kata Arief saat ditemui wartawan di hotel The Margo Depok, Jawa Barat, dikutip Rabu (28/2/2024).

Adapun alasan beras impor itu sulit masuk RI, kata Arief, karena proses bongkar kapal yang membutuhkan waktu, sementara kemarin sempat tertunda karena adanya hari libur nasional seperti Natal, Tahun Baru, Imlek dan lain sebagainya. Ia menyebut proses bongkar tidak sesimpel yang dipikirkan.

“Karena nggak cukup waktu, ada Imlek, ada segala macam. Jadi kita masih mempersiapkan yang 1,5 juta ton. Jangan ngomong 1,6 juta ton (dulu), 1,5 juta ton itu saja ngos-ngosan nyarinya. Kita itu sekarang benar-benar mengatur. Kita juga harus lihat waktu bongkar, cara bongkar itu nggak sesimpel yanghttps://mesintik.com/ dipikirkan,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*