Diam-diam Suramnya Dunia Hantam RI, Sri Mulyani Beri Bukti!

SHARE  

Menteri Keuangan Sri Mulyani Memberi Pemaparan Konferensi Pers KSSK: Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2023. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Memberi Pemaparan Konferensi Pers KSSK: Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2023. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan suramnya situasi dunia saat ini dan ke depan. Tanpa disadari ternyata hal tersebut sudah mempengaruhi perekonomian dalam negeri, terutama pada komponen ekspor.

Perekonomian global masih lemah pada 2024, kendati inflasi telah termoderasi. Menurut Sri Mulyani, pelemahan ini dipicu oleh suku bunga yang melonjak cukup tinggi dalam 18 bulan terakhir. Walaupun ada sedikit harapan suku bunga mulai turun pada semester kedua.

“Perkembangan inflasi global yang mulai menurun memberikan harapan penurunan suku bunga, namun ini diprediksi baru turun pada semester II-2024,” kata Sri Mulyani.

Baca: Warga RI Diguyur Bansos Awal Tahun, Ekonomi Bisa Meroket?

Tidak hanya itu, dari sisi fiskal, Sri Mulyani mengungkapkan banyak negara di dunia yang menggunakan anggarannya secara besar-besaran saat pandemi dan saat menghadapi inflasi serta kondisi suku bunga tinggi.

“Posisi tidak menguntungkan karena berbagai perekonomian global dan domestik negara dalam posisi lemah yang biasanya butuh intervensi dari fiskal dan moneter. Namun, space di berbagai negara sudah sangat terbatas. Inilah yang harus jadi perhatian kita, bahwa kita perlu menavigasi situasi yang sangar rentan dari sisi global,” tegasnya.

PMI manufaktur yang kontraksi atau angka indeksnya di bawah 50 adalah kawasan Eropa, termasuk Jepang, Prancis Italia, Inggris, Jepang Thailand, Malaysia, Turki, Kanada, dan Afrika Selatan.

Artinya dunia masih dalam posisi yang ringkih atau rentan,” kata Sri Mulyani.

APBNKITA EDISI FEBRUARI 2024. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)Foto: APBNKITA EDISI FEBRUARI 2024. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)
APBNKITA EDISI FEBRUARI 2024. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)

Ia mengatakan, hanya 22,7% negara yang disurvei PMI Manufaktur yang kondisinya telah mengalai pemulihan angka indeksnya, yakni di atas 50. Di antaranya Amerika Serikat, Korea Selatan, Vietnam, Australia, dan Brazil.

“Dengan demikian kita akan lihat kinerja APBN 2024 akan jadi salah satu bekal untuk menjalani 2024 yang kita harap tetap terjaga dengan baik kredibilitas kehati-hatian dan sustainibilitas APBN yang menjadi penjaga masyarakat kita ketika dunia dihadapi guncangan,” pungkasnya.

Ekspor Impor Indonesia

Neraca perdagangan Indonesia Januari 2024 surplus US$ 2,01 miliar. Nilai ini terus turun dalam beberapa bulan terakhir akibat jatuhnya harga komoditas andalan ekspor Indonesia.

APBNKITA EDISI FEBRUARI 2024. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)Foto: APBNKITA EDISI FEBRUARI 2024. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)
APBNKITA EDISI FEBRUARI 2024. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)

Ekspor Indonesia pada Januari 2024 turun 8,06% secara year on year (yoy) menjadi US$ 20,52 miliar. Sementara impor US$ 18,51 miliar atau naik 0,36%.

“Dalam situasi global yang melemah kita lihat ekspor mengalami tekanan yang terlihat pada pertumbuhan yang sifatnya negatif,” ungkapnya.

Surplus masih terjadi karena impor juga tidak naik signifikan. Hal ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak. Terutama dalam upaya mendorong ekspor non komoditas pertambangan dan perkebunan ke pasar baru.

“Eksternal balance harus diperhatikan karena ekspor dan impor menjadi jendela kondisi global yang lemah mulai peneterasi ke kita,” tegas Sri https://mesintik.com/Mulyani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*