Pemerintah Respons Korsel Tuding Insinyur RI Curi Teknologi Jet Tempur

SHARE  

Jet tempur canggih patungan Korea Selatan-Indonesia, KF-21/IF-21 Boramae sukses uji terbang perdana pada 19 Juli 2022. (Dok: Angkatan Udara Republik Korea ) Foto: Jet tempur KF-21(Dok: Angkatan Udara Republik Korea )

Jakarta, CNBC Indonesia РKementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara soal pemberitaan media Korea Selatan (Korsel) Yonhap. Sebelumnya dikabarkan bahwa insinyur asal Indonesia kini tengah diselidiki di Negeri Ginseng.

Ini terkait dugaan pencurian teknologi jet tempur KF-21 yang sedang dikembangkan di negara itu. Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korsel mengatakan insinyur yang dikirim ke Korea Aerospace Industries (KAI) kemungkinan menyimpan data pengembangan KF-21 di USB.

Baca: Geger Insinyur RI Disebut Curi Teknologi Jet Tempur Korsel

“Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengumpulkan semua informasi mengenai tuduhan keterlibatan seorang insinyur Indonesia dalam kasus terkait proyek bersama pesawat tempur KF-21 dengan KAI,” ujar Juru Bicara Kemlu Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (2/2/2024).

“KBRI Seoul telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Korea dan institusi terkait Korea guna mendalami lebih jauh kasus tersebut,” jelasnya.

Baca: Siapa Pemilik Gamsunoro, Kapal RI yang Tak Dibom Houthi-Buat AS Kaget?

Ditambahkannya, KBRI Seoul juga telah berkomunikasi langsung dengan insinyur Indonesia tersebut dan memastikan bahwa yang bersangkutan saat ini tidak ditahan.

Disebutkan bahwa teknisi Indonesia telah terlibat dalam proyek bersama ini sejak tahun 2016 dan sudah mengetahui prosedur kerja serta aturan yang berlaku.

“Proyek KF-21 adalah proyek strategis bagi Indonesia maupun Korea Selatan,” tegasnya.

“Kedua negara akan mengelola berbagai masalah yang muncul dalam kerjasama ini sebaik mungkin,” tambahnya.

Baca: AS Kaget Kapal RI Lewat Laut Merah Tak Dibom Houthi, Kok Bisa?

Sebenarnya, Indonesia adalah negara mitra proyek pengembangan jet tempur KF-21. Di mana RI akan menanggung 20% biaya proyek sebesar 8,8 triliun won atau sekitar Rp104 triliun.

Program diluncurkan pada tahun 2015 itu. Saat ini, menurut laman Korsel itu, Indonesia baru membayar 278,3 miliar won (Rp3,2 triliun) untuk proyek tersebut dengan sisa 1 triliun won dalam pembayarannya.

Korsel berencana untuk memulai produksi jet tempur KF-21 akhir tahun ini. Di 2031 ditarget sebanyak 120 jet terbuat KF-21.

“Investigasi bersama yang terdiri dari lembaga-lembaga terkait, termasuk Badan Intelijen Nasional,” kata seorang pejabat DAPA kepada wartawan, menjelaskan penyelidikan.

“Saat ini sedang dilakukan untuk menyelidiki dugaan pencurian teknologi yang dilakukan oleh WNI,” tambahnya.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, penyelidikan sendiri difokuskan pada apakah data yang disimpan berisi teknologi strategis terkait dengan program pengembangan KF-21. Semua WNI itu telah dilarang meninggalkanhttps://mesintik.com/ Korsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*