Menteri Jokowi Blak-blakan Vietnam Bisa Salip RI, Ini Penjelasannya

SHARE  

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vietnam Vo Van Thuong, di Istana Kepresidenan Hanoi, Vietnam, Jumat (12/1/2024). (Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vietnam Vo Van Thuong, di Istana Kepresidenan Hanoi, Vietnam, Jumat (12/1/2024). (Dok. Rusman – Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) was-was Indonesia bakal disalip Vietnam untuk menjadi negara maju. Terutama, ketika melihat keseriusan Vietnam dalam hal riset dan pengembangan.

“Vietnam di 1975 baru selesai perang, artinya 30 tahun duluan kita, tapi mereka ngebut kencang dan hati-hati income per kapitanya hampir melampaui kita,” kata Jokowi di acara Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin (15/1/2024).

“Dan kalau kita hanya monoton dan santai-santai saja, bisa sebentar lagi kelanggar sama yang namanya Vietnam, ini yang kita tidak mau,” sambungnya.

Menurut Jokowi, pendapatan per kapita Vietnam kurang lebih US$ 4.300, sedangkan Indonesia sudah mencapai US$ 5.100 per kapita. Namun melihat kinerja yang dilakukan Vietnam bukan tak mungkin RI disalip oleh Vietnam.

Ditambah lagi, melihat kegiatan riset di Vietnam yang dilakukan secara serius. Ada ribuan peneliti yang berkecimpung dalam riset dan pengembangan di sana.

Menteri Jokowi Blak-Blakan

Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengakui Indonesia berpotensi tersalip oleh Vietnam untuk menjadi negara maju. Utamanya, dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kalau lengah ya sangat mungkin (disalip Vietnam), sehingga memang harus ada evaluasi secara menyeluruh untuk pengembangan SDM, dan kuncinya sebenarnya memang SDM,” kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (16/1/2024).

Menurut Muhadjir, saat ini tingkat ketimpangan pendidikan di masyarakat Indonesia sangat tinggi. Dengan demikian, hal ini menjadi tantangan di masa depan.

“Terjadi disparitas, misalnya di Papua, kalau Jayapura Merauke Sorong itu sudah sangat bagus, tapi kalau masuk ke pedalaman, ketimpangan masih sangat tinggi,” kata Muhadjir.

Selain itu, menurut Muhadjir, Vietnam saat ini merupakan negara yang dinamis di kawasan Asia Tenggara, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun sumber daya manusia (SDM).

“Kita akui itu, sehingga kita harus waspada agar kita tidak menjadi negara terbesar di ASEAN, tapi disalip oleh negara dengan populasi kecil di belakang kita,” kata Muhadjir.

Oleh karena itu, ia menjelaskan, strategi yang dijalankan pemerintah saat ini yaitu dengan melakukan pembangunan SDM secara komprehensif, baik dari sisi pembangunan karakter, kemampuan science, penguasaan teknologi, hingga kemampuan https://mesintik.com/teknik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*